Ujuk-ujuk kok saya posting tentang antibiotik, ada apa yah kira-kira,,?
Cerita punya cerita, tatkala saya sedang duduk santai sambil menikmati segelas kopi panas di warung kopi langganan, teman saya datang membawa kabar berita. Bahwasanya ada salah seorang kerabat dari teman saya meninggal karena alergi tentang antibiotik.
Langsung timbul rasa penasaran dalam benak saya untuk mengetahui tentang antibiotik lebih dalam lagi, “kenapa begini? kenapa begitu? kok bisa? kok bisu?” wkwkwkkwkw.
Antibiotik berasal dari kata anti dan biota dimana anti berarti anti atau say no, sedangkan biota berarti kehidupan. So kalu digabung antibiotik berarti anti kehidupan alias pembasmi kehidupan . Nahh kehidupan siapa itu..?? dimana itu..?? dalam hal ini adalah kehidupan mikroorganisme (bakteri) di dalam tubuh kita. Antibiotik berasal dari senyawa kimia baik dari bahan alami maupun sintesis. Berfungsi untuk menekan atau menghentikan proses biokimia di dalam organismekhusunya dalam proses infeksi oleh aktivitas bakteri.
Antibiotik bekerja secara spesifik pada suatu proses, pemberian antibiotika biasanya diberikan dalam dosis yang menyebabkan bakteri segera mati dan dalam jangka waktu yang agak panjang agar mutasi tidak terjadi, oleh karena itu dalam penggunaannya tidak boleh sembarangan. Antibiotik memungkinkan terjadinya mutasi terhadap mikroorganisme menjadi lebih kebal.
Antibiotik yang sejatinya terbuat dari bahan kimia tentunya mengandung beberapa efek negatif. Senyawa kimia tersebut bisa bersifat toxic pada kondisi tertentu (suhu, pH dll) oleh karena itu perlu diingatkan sekali lagi untuk tidak menggunakan antibiotik secara seenaknya alias harus sesuai anjuran dokter.
Ada banyak jenis antibiotik tetapi dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Jenis Antibiotik
Berdasarkan struktur kimianya, antibiotik dikelompokkan sebagai berikut:
a. Golongan Aminoglikosida
Diantaranya amikasin, dibekasin, gentamisin, kanamisin, neomisin, netilmisin, paromomisin, sisomisin, streptomisin, tobramisin.

kanamisin-1
b. Golongan Beta-Laktam
Diantaranya golongan karbapenem (ertapenem, imipenem, meropenem), golongan sefalosporin (sefaleksin, sefazolin, sefuroksim, sefadroksil, seftazidim), golongan beta-laktam monosiklik, dan golongan penisilin (penisilin, amoksisilin).
c. Golongan Glikopeptida
Diantaranya vankomisin, teikoplanin, ramoplanin dan dekaplanin.
d. Golongan Poliketida
Diantaranya golongan makrolida (eritromisin, azitromisin, klaritromisin, roksitromisin), golongan ketolida (telitromisin), golongan tetrasiklin (doksisiklin, oksitetrasiklin, klortetrasiklin).
e. Golongan Polimiksin
Diantaranya polimiksin dan kolistin.
f. Golongan Kinolon (fluorokinolon)
Diantaranya asam nalidiksat, siprofloksasin, ofloksasin, norfloksasin, levofloksasin, dan trovafloksasin.
g. Golongan Streptogramin
Diantaranya pristinamycin, virginiamycin, mikamycin, dan kinupristin-dalfopristin.
h. Golongan Oksazolidinon
Diantaranya linezolid dan AZD2563.
i. Golongan Sulfonamida
Diantaranya kotrimoksazol dan trimetoprim.
j. Antibiotika lain yang penting, seperti kloramfenikol, klindamisin dan asam fusidat.
Berdasarkan mekanisme aksinya, yaitu mekanisme bagaimana antibiotik secara selektif meracuni sel bakteri, antibiotik dikelompokkan sebagai berikut:
1. Mengganggu sintesa dinding sel, seperti penisilin, sefalosporin, imipenem, vankomisin, basitrasin.
2. Mengganggu sintesa protein bakteri, seperti klindamisin, linkomisin, kloramfenikol, makrolida, tetrasiklin, gentamisin.
3. Menghambat sintesa folat, seperti sulfonamida dan trimetoprim.
4. Mengganggu sintesa DNA, seperti metronidasol, kinolon, novobiosin.
5. Mengganggu sintesa RNA, seperti rifampisin.
6. Mengganggu fungsi membran sel, seperti polimiksin B, gramisidin
Antibiotik dapat pula digolongkan berdasarkan organisme yang dilawan dan jenis infeksi. Berdasarkan keefektifannya dalam melawan jenis bakteri, dapat dibedakan antibiotik yang membidik bakteri gram positif atau gram negatif saja, dan antibiotik yang berspektrum luas, yaitu yang dapat membidik bakteri gram positif dan negatif.
Sebagian besar antibiotik mempunyai dua nama, nama dagang yang diciptakan oleh pabrik obat, dan nama generik yang berdasarkan struktur kimia antibiotik atau golongan kimianya. Contoh nama dagang dari amoksilin, sefaleksin, siprofloksasin, kotrimoksazol, tetrasiklin dan doksisiklin, berturut-turut adalah Amoxan, Keflex, Cipro, Bactrim, Sumycin, dan Vibramycin.
Nah dari mana datangnya alergi terhadap antibiotik..??
Mengingat kembali bahan dasar dari antibiotik adalah senyawa kimia maka perlu disadari pula penggunaan sesuai resep karena tidak semua orang dengan kondisi tertentu tidak cocok mengonsumsi antibiotik jenis tertentu. Semisal di kala kita sakit dan kemudian periksa ke dokter, sang dokter memberi resep antibiotik dan kemudian ternyata penyakit kita sembuh. Suatu saat penyakit itu muncul kembali trus kita kemudian membeli tanpa sesuai dan petunjuk dokter dengan asumsi penyakit dan gejala sama obatnya juga sama. Nah sikap seperti ini lah yang harus diperbaiki sebagai langkah sayangi diri sendiri.